Membedakan jenis louhan cencu dan kamfa
Secara jujur Louhan memang banyak dibenci oleh pengemar sejati cichlid, mereka merasa bahwa ini adalah perusakan terhadap genetika suatu makhluk hidup. Tapi bagaimana juga kita sebagai manusia selalu ingin mengetahui /meneliti dan mengembangkan hal-hal yang baru.
Menurut saya apapun jenis cichlid yang di cross-breed/kimpoi silang dapat dinamakan louhan (karena nama inilah yang mempopulerkan ikan hasil silangan tersebut), walau sebagian pendapat mengatakan chinghwa / kamfa bukan louhan. Mungkin terjadi salah kaprah tentang istilah. Tapi apapun istilahnya semua adalah sama, pada intinya memberi nama panggilan pada ikan hasil persilangan.
Louhan-louhan yang ada dipasaran pada umumnya :
1. Cencu/Zenzhu/Mutiara/Pearl Louhan
Jenis ini dibagi jadi dua tipe lagi, Klasik dan Modern
Klasik , cirinya mutiara tidak terlalu dominan, keunggulan pada warna merah yang dominan dan cerah, sebagian besar mempunyai bodi yang eklipse, agak membulat, kepala umumnya bone head (jenong struktur
tulang) ini berarti jenong tidak terlalu besar, tapi ini kembali dari moyangnya. Karena seperti anda ketahui lohan dikembangkan oleh ratusan breeder dengan rahasia masing-masing. Kelebihan tipe klasik
adalah ukuran yang lebih besar dibanding tipe modern. Sirip tidak mudah layu. Saya disini tidak menulis nama-nama jenis ini karena sangat banyak dan membingungkan bahkan menurut saya “keterlaluan”
Modern, cirinya mutiara sangat dominan, sampai ke pipi, bahkan ke jenong (kualitas tinggi). Badan umumnya persegi, jenong sudah muncul ketika ukuran 10cm++. Tipe jenong biasanya adalah Water Head, disebut
water head karena banyak unsur air pada jenongnya. Sangat mudah mengempis bila kondisi tidak sesuai. Mutiara pada jenis modern sudah tampak pada ikan ukuran 3cm. Jadi sangat mudah menentukan jenis
klasik atau modern apabila anda ingin membeli anakan louhan.
Sirip :
Umumnya sirip Cencu adalah lunak, keindahan sirip ini akan semakin tampak bila semaking panjang dan agak lebar. Semakin tua seekor cencu maka siripnyaakan sedikit kuncup, seperti betta fish (cupang).
Head Marking :
Karena moyang utama dari louhan cencu adalah amp. trimaculatus, maka dipastikan harus memiliki marking pada bagian kepala. Hati-hati dengan penjual louhan yang belum diketahui reliabilitasnya, apalagi anda membeli louhan pada ukuran 3 cm, jangan-jangan anda malah membeli red devil (karenapada ukuran 3cm, ada beberapa jenis cichlid yang mempunyai model yangmirip, yakni marking badan dan struktur tubuh).
Body Marking :
Grade A,B,C, sistem grade berdasarkan garis marking dari bodi, grade A marking sampai pipi, B, marking setengah badan, C, marking hanya 1 atau 2 di bagian badan. Hati-hati memilih anakan louhan berdasarkan marking, bisa saja marking itu hilang pada saat louhan dewasa, namun ada patokan pasti untuk memilih anakan louhan dengan marking yang pasti. Pilihlah anakan dengan marking yang dikelilingi oleh mutiara berwarna mengkilap silver. Marking ini tidak akah hilang walau ikan sudah dewasa.
Male/Female :
Menentukan kelamin dari jenis ini gampang-gampang susah. Cara mudahnya, lihat sirip bagian atas, apabila ada spot hitam pada siripnya maka itu adalah betina (moyang amp. trimaculatus), tapi hal ini tidak berlaku untuk cencu jenis double grade (marking ganda) dan pada chinghwa, karena hasil cross breed
yang berbeda.
Cara lainnya adalah melihat kelamin (venting), tapi karena venting ini mengandung resiko tinggi, anda cukup memperhatikan tidak perlu mengambil ikan dari akuarium. Kelamin pada ikan jantan biasanya menonjol lancip, kemudian pada pangkal kelamin menyempit. Sedangkan pada betina kebalikannya, kelamin agak lebar dan tonjolan tidak terlalu kelihatan.
Cara lainnya, ingat cara ini hanya berlaku pada jenis louhan cencu. Cara ini bisaditerapkan untuk memilih anakan pada ukuran 3cm sekalipun, tapi anda harus benar-benar jeli. Amati bagian mulut bawah sampai bagian perut dengan insang,cencu jantan biasanya mempunyai lekukan menonjol dibagian perbatasan perut dengan mulut bagian bawah, kalau saya menyebutnya‘jakun’. Kalau ditarikgaris, maka bisa disebut seperti ini, lurus-menekuk-lurus. Pada betina cencu biasanya tanpa lekukan ini.
2. Kim Hwa/Cing Hwa/Jin Hua/Kamfa/Golden Flower

Jenis ini sedang tren walau mungkin akan digeser oleh jenis-jenis baru seperti Storm, Rainbow King, dan Super Red Synspillum (SRS). Soal nama paling enak kalau kita lafalin kamfa, Sebenarnya Kamfa hasil pengembangan dari Louhan pertama kali yaitu Hua Lou Han, jadi sebelum ada Louhan yang sekarang, 10
tahun yang lalu sudah dikembangkan generasi awal dari Kamfa.
Istilah nama :
Kim=Cing=Jin=Emas/Golden
Hwa=Hua=Fa=Bunga/Flower
Ciri-ciri dapat diuraikan sebagai berikut :
Sirip :
Menentukan kamfa atau bukan adalah sirip, harus kaku dan lebar, sejak kecil kamfa sudah menunjukkan siripnya yang kaku, lebar dan selalu berdiri kalau sedang beraktifitas. Untuk menentukan lebar tidaknya, ambil patokan sirip atas dekat kepala, kamfa mempunyai perbedaan lebih lebar +- 2mm dibanding lohan
cencu pada ukuran bodi 3cm.
Pada bagian ekor, ekor kamfa mengembang berbentuk kipas dan sirip bawah lebar merapat ke ekor, semakin besar akan semakin rapat, ini yang dinamakan wrap tail (sirip menutup).
Head Marking :
Head Marking pada kamfa tidak boleh besar, bahkan seharusnya tidak tampak sama sekali, walau ada berarti sudah dikimpoisilang dengan jenis cencu.
Body Marking :
Untuk sistem grade, kamfa sama dengan cencu ada grade A,B,C, tapi umumnya penilaian (saat kontes) marking hanya 10%, beda dengan penilaian cencu yangbisa mencapai 15-20%. Marking kamfa biasanya hitam solid dan tidak harus marking bergaris-garis/bertingkat.
Male/Female :
Menentukan jenis kelamin kamfa kecil sangat sulit, pada umumnya harus mengunakan cara venting, atau pengamatan kelamin. Cara lain , tunggu sampaiberukuran 10-15cm, apakah menetaskan telur atau tidak, ingat louhan dapat menetaskan telur tanpa adanya penjantan, tapi yang pasti tidak akan jadi burayak.
Pada Kamfa warna hitam pada sirip atas bukan jaminan pasti untuk menentukan jantan atau betina. Namun umumnya betina tidak jenong dan bentuk muka terlihat lebih lancip.
Sumber : Ebook McGyver’s Investigation File #881
Title : Membedakan Jenis Louhan
____________________________________________________________________
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com
http://griya-louhan.blogspot.com
Monday, February 21, 2011
Pemijahan atau Breeding
Siklid CA (Central American) yang bertelur dengan cara egg layering biasanya sangat mudah dikembangbiakkan di dalam akuarium, cukup tempatkan wadah untuk bertelur seperti genteng tanah liat, pot ukuran besar, tempat ulekan rujak, keramik yg dibalik, dll. Ukuran wadah harus disesuaikan dengan ukuran indukan jantan dan betina, lebih besar lebih baik.
Umur minimal indukan jantan adalah 8 Bulan atau ukuran +- 20cm, pada betina 6 bulan atau ukuran +- 15cm. Idealnya adalah Jantan berumur lebih dari 1 tahun, betina lebih dari 8 bulan, namun ukuran dan usia kembali pada masing-masing jenis siklid (apalagi pada jenis texas yang memiliki pertumbuhan lama/lambat, walaupun ukuran hanya 10-12cm, ia mampu membuahi).
Jumlah telur yang dikeluarkan biasanya tergantung dari ukuran induk betina, jumlahnya antara 500 s/d 2000. Fertilitas tergantung dari pemeliharaan indukan sesuai dengan pakan yang dikonsumsi, diperlukan kandungan gizi yang cukup untuk menghasilkan telur yang berkualitas. Selain itu adalah kualitas sperma jantan.
Periode musim kawin pada siklid amerika tengah biasanya menjelang dan semasa musim penghujan, di mana ketika pakan alami untuk ikan berlimpah di sungai dan suhu lingkungan lebih hangat dan stabil.
Penjodohan
Penjodohan sebaiknya dilakukan awal-awal, sangat menyenangkan bila kita memiliki sepasang siklid yang sudah berjodoh, tidak ada pertengkaran atau perkelahian dan anda pun tidak perlu repot untuk membuat sekat pada masing-masing ikan. Untuk melakukan penjodohan anda harus memiliki beberapa ekor induk betina untuk dicoba dijodohkan. Satukan indukan tersebut, pantaulah perkembangannya dari menit ke menit, jangan sekali-kali meninggalkan proses perjodohan tanpa pengamatan karena bisa mengakibatkan kematian pada salah satu indukan akibat perkelahian. Bila kedua indukan tidak jodoh cobalah dengan indukan yang lain. Setelah berjodoh, anda pun bisa bernafas lega dan membiarkan mereka berdua dalam 1 akuarium.
Penjodohan sebaiknya dilakukan awal-awal, sangat menyenangkan bila kita memiliki sepasang siklid yang sudah berjodoh, tidak ada pertengkaran atau perkelahian dan anda pun tidak perlu repot untuk membuat sekat pada masing-masing ikan. Untuk melakukan penjodohan anda harus memiliki beberapa ekor induk betina untuk dicoba dijodohkan. Satukan indukan tersebut, pantaulah perkembangannya dari menit ke menit, jangan sekali-kali meninggalkan proses perjodohan tanpa pengamatan karena bisa mengakibatkan kematian pada salah satu indukan akibat perkelahian. Bila kedua indukan tidak jodoh cobalah dengan indukan yang lain. Setelah berjodoh, anda pun bisa bernafas lega dan membiarkan mereka berdua dalam 1 akuarium.
Apabila anda tidak mempunyai stok indukan dan ternyata tidak berjodoh, lakukan penyekatan, penggabungan jantan dan betina dilakukan apabila betina sudah menyemprotkan telurnya, terus amati keadaan keduanya, karena perkelahian bisa kapan saja terjadi, bila induk jantan telah membuahi, pisahkan kembali keduanya.
Persiapan
Ciri indukan yang akan bertelur adalah pen dari indukan betina yang mulai keluar sekitar 10-15 derajat, anda harus bersiap-siap menyiapkan wadah telur, pada indukan betina yang mempunyai jenong waterhead biasanya kepalanya mulai menonjol (jenong naik). Baik jantan mau betina akan kelihatan sedang membersihkan tempat sekitarnya.
Ciri indukan yang akan bertelur adalah pen dari indukan betina yang mulai keluar sekitar 10-15 derajat, anda harus bersiap-siap menyiapkan wadah telur, pada indukan betina yang mempunyai jenong waterhead biasanya kepalanya mulai menonjol (jenong naik). Baik jantan mau betina akan kelihatan sedang membersihkan tempat sekitarnya.
Setting akuarium, apakah perlu ditutup koran? ada yang bila ya ada yang bilang gak usah. Sebenarnya semua tergantung mental dari indukannya, bila indukan sudah terbiasa berinteraksi dgn kita, mereka tidak akan merasa terganggu, bahkan kita bisa menontonnya full movie, kita bisa mempelajarinya, tapi jangan anda lakukan untuk mempelajari sesama anda...
Apakah memerlukan bebatuan? sebaiknya dihindari untuk memudahkan induk betina mengurus burayak itu bila anda membiarkan si ibu mengurus, beda halnya bila anda mengontrolnya sendiri.
Pict 1. Pengenalan, masih memakai sekat
Pict 2. Setelah sekat dibuka, lohan jantan akan membersihkan tempat telur.
Pict 3. Louhan jantan akan mengajak Louhan betina ketempat sarang telur.
Pict 4. Louhan Jantan akan berusaha menyentuh Louhan betina agar terangsang dan bertelur.
Pict 5. Setelah keduanya terangsang, louhan jantan dan betina akan saling berdekapan di sarang telur.
Pict 6. Jika louhan betina ingin bertelur, louhan betina juga akan meyentuh louhan jantan.
Pict 7-8. Proses bertelur Louhan betina.
Pict 9. Telur yang sudah dibuahi.
Next..
Pemeliharaan telur dapat diserahkan pada betina, sebenarnya tidak benar induk betina memakan telur/burayaknya sendiri, kecuali telur-telur yang tidak jadi/busuk ATAU faktor “kedewasaan” induk betina tidak mencukupi, biasanya induk betina yang terlalu muda untuk dikawinkan. Induk betina yang baik akan selalu menjaga telur-telurnya, akan terlihat sering mengipasi telur-telurnya, ini dimaksudkan agar telur dapat memperoleh sirkulasi air yang baik.
Pemeliharaan telur dapat diserahkan pada betina, sebenarnya tidak benar induk betina memakan telur/burayaknya sendiri, kecuali telur-telur yang tidak jadi/busuk ATAU faktor “kedewasaan” induk betina tidak mencukupi, biasanya induk betina yang terlalu muda untuk dikawinkan. Induk betina yang baik akan selalu menjaga telur-telurnya, akan terlihat sering mengipasi telur-telurnya, ini dimaksudkan agar telur dapat memperoleh sirkulasi air yang baik.
Indukan yang baik akan menjaga anak-anaknya hingga ukuran 1 inchi, setelah itu akan ditinggalkan tapi tidak dimangsa, kasih ibu sepanjang jalan...., persentase kematian pada pemeliharan burayak oleh induk adalah sangat minim, karena indukan lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya, seperti memindahkan anaknya yang jauh dari gerombolan saudaranya, mengunyah makanan yang terlalu besar, bila anda bisa melihat betapa indahnya kasih sayang seekor ikan, cobalah nanti anda pasti akan betah memandangi mereka.
Pemeliharaan telur dan burayak dapat juga dikontrol oleh anda, siapkan akuarium kosong dengan kualitas air yang baik, gunakan air stone agar sirkulasi udara di akuarium dapat berjalan dengan baik (pengganti kibasan sirip indukan betina). Miringkan wadah telur agar tidak terjadi penumpukan yang bisa menyulitkan burayak untuk menetas dengan sempurna.
Biasanya indukan dapat mengeluarkan telur-telur yang bagus pada peneluran kedua dan seterusnya.
Amatilah sifat-sifat dari siklid anda, apabila sifatnya cenderung pemalu, tutuplah sebagian area akuarium dengan koran atau bahan lainnya.
Proses Telur menjadi Burayak :
- Hari 1 : Induk bertelur dan proses pembuahan oleh jantan.
- Hari 2-3 : Telur mulai kelihatan ada titik hitam, tandanya embrio telah terbentuk, bila telur berwarna putih susu berarti telur gagal dibuahi/rusak.
- Hari 4 : Telur menetas, bentuk burayak masih belum sempurna. Tidak perlu diberi pakan.
- Hari 7 : Burayak mulai berenang bebas, berikan artemia yang telah dikulturkan, alternatif lain adalah mengunakan kuning telur yang telah direbus atau susu bubuk, resikonya air cepat kotor.
- Hari 15-24 : Burayak tumbuh, pakan dapat menggunakan kutu air (daphnia), penggantian air dilakukan seperlunya, anda dapat menggunakan breeding sponge, atau ganti air sekitar 5-10%. Penggantian air harus dilakukan secara hati-hati dan perlahan.
- Hari 25 – 60 : Burayak dapat diberi cacing sutera untuk mempercepat pertumbuhan.
1. setelah process pembuahan, berapa hari telur ikan louhan mulai menetas? 1-3 hari
2. Setelah menetas, apakah langsung diberikan kutu air hidup/beku?
first bites hikari, adp no 0 [bubuk], baru dikasih setelah kliatan kalau ikan2 nya makanan cadangan [gendong telur] nya dah habis, biasanya kalau dah berenang bebas dah pada kempes / abis
first bites hikari, adp no 0 [bubuk], baru dikasih setelah kliatan kalau ikan2 nya makanan cadangan [gendong telur] nya dah habis, biasanya kalau dah berenang bebas dah pada kempes / abis
3. Selain kutu air apakah ada pakan lain? karena kutu air susah didapat
kutu air kalau ikan nya dah seminggu berenang, banyak tersedia di temen2 yg hobby / breeding / penggiat ikan cupang, beli yang beku aja biar bisa dipakai lama.
kutu air kalau ikan nya dah seminggu berenang, banyak tersedia di temen2 yg hobby / breeding / penggiat ikan cupang, beli yang beku aja biar bisa dipakai lama.
- Proses penetasan bisa memakan waktu 2 hari hingga 7 hari
- Setelah menetas ......tunggu dulu sampai burayaknya berenang dulu (istilah lainnya "melayang" bahasa gaulnya breeder) biasanya ditandai pada ada di sekitar sisi pojokkan akuarium
- Selain kutu air anda dapat menggunakan :
- Sisa telur yang tidak menetas dengan catatan kalo belum berjamur....selama bisa dimakan
- Artemia (musti ditetaskan via aerasi dengan menggunakan air laut dengan rentang waktu 18 - 36 jam tergantung merek pabrikan yang dipergunakan........makin mahal harga artemia nya biasanya waktu tetasnya makin cepat)
- Kuning telur ayam yang telah matang......sedikit aja biar airnya tidak cepat kotor
- Susu bubuk dengan catatan pada poin 3c.
- Pellet halus yang biasa digunakan untuk cupang dan guppy ; banyak di jual kok di toko ikan atau haluskan sendiri pelletnya
- Kutu air bisa digunakan yang hidup maupun beku.......saran saya sebaiknya pake yang hidup biasanya cari di tukang cupang....banyak
Telur pada prinsipnya :
- Telur harus berwarna bening pada saat pemijahan awal sampai selesai dan menempel erat pada medianya : lantai akaua, keramik, piring atau mangkuk dll
- kalau telur nya memutih bisanya tidak dibuahin teru
- Apabila memutih dan diselimuti kapas biasanya terkena jamur
- apabila telur memang dibuahi biasanya dalam 1 hari setelahnya sudah keliatan ada titik hitam ditengahnya.
____________________________________________________________________
Perum Griya Asri Insani, Jl. Bakti 3
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
Kelapa Dua, Depok. (Belakang RM. Pondok Laras)
HP : 0813 1686 5347
PIN BB : 27557659
PIN BB : 27557659
email/ym: griya_louhan@yahoo.com
http://griya-louhan.blogspot.com
http://griya-louhan.blogspot.com
Monday, January 31, 2011
Penilaian Penjurian Kontes Louhan
Berikut adalah cara penilaian penjurian dalam kontes Louhan yang mungkin bisa menjadipedoman kita dalam memilih Louhan terbaik.
OVERALL IMPRESION
1. First Impresion
-Menarik Perhatian Pada Pandangan Pertama ( Enak Dilihat dan Proporsional) Dikarenakan Memiliki Susunan Morfologis Yang Lengkap.
-Memiliki Keistimewaan Atau Kelebihan Ikan Pada Umumnya.
-Kelemahan Yang Tidak Fatal Ada Pada Bagian Ikan, Akan Mengurangi point.
2. Mental & Keaktifan Ikan
-Ikan Tidak Takut Didekati
-Ikan Tidak Terlalu Over Agresif ( Akan Sulit Untuk Dilihat Keindahan Ikan tersebut )
-Mau Diajak Bermain / Atraktif Sendiri ( Menguasai Teritorialnya )
-Mempunyai Gaya Renang Yang Menawan.
3. Kesehatan ( Mengurangi Point )
-Kutil, Bisul, Luka Kecil, Fin Tail Sobek & Geripis, Hole In The Head, White Spot, Velvet, White Shit, Fungus, Cloudy Eyes, Pop Eyes.
HEAD
1. Bentuk / Shape Jenong ( Simetris )
-Bentuk Terbaik : Menyerupai Bulatan Bola / Coin Dilihat dari Depan & Samping
-Bentuk Baik : Swan Head, Menonjol Kedepan & Melebar Kesamping
-Bentuk Kurang Baik : Tidak Simetris ( Kecil, Kurang Melebar Kesamping, Kurang Menonjol Kedepan & Tidak Menonjol Keatas )
2. Proporsional Jenong
Terbaik : Jenong Yang Sama Rata Dengan Mulut & Seimbang Dengan Badan ( Ukuran Jenong Yang Terlalu Besar Sering Mengakibatkan Gaya Renang Terganggu, Sehingga Ikan Berenang dengan Beban Didepan & Bagian Belakang Badan Terangkat Keatas)
FACE
1. Muka
-Tidak Berkerut / Tidak Banyak Lipatan, Tidak berair Mata ( Marking Di bawah Mata )
-Tidak Kotor & Marking Yang Masuk Ke Muka Ikan Dianggap Kotor
-Daging Pipi Tidak Terlalu Tembem, Kecuali Kemalau
-Daging Pipi Harus Seimbang
2. Tutup Insang
-Tertutup Rapat
-Tidak Ada Cacat
-Tutup Insang Harus Bisa Buka Tutup Secara Normal.
3. Mata
-Bersih, Tidak Ada Flek / Bercak Warna Diluar Warna Mata Ikan Itu Sendiri
-Bentuk Mata Bulat Kiri Dan Kanan Harus Seimbang Serta Pupil Harus Hitam & Bulat
-Mata Sejajar Dengan Permukaan Muka, Tidak Terlalu Menonjol & Tidak Terlalu Tertutup Oleh Daging pipi
4. Mulut / Bibir
-Tipis, Rata Atas dengan Bawah ( Untuk Cencu Tidak Terlalu Dipermasalahkan Apabila Bibir Tebal & Tidak Rata )
-Mulut Tidak Panjang / Monyong
-Mulut Tidak Miring
-Mulut Tidak Jatuh
-Mulut Harus Bisa Buka Tutup Secara Normal.
BODY SHAPE
1. Proporsional Panjang & Lebar ( Skala )
-Terbaik Dengan Perbandingan 1 : 1,6 dari Ujung Mulut Sampai Ujung Pangkal Ekor
-Perbandingan Lebih Dari 1 : 1,6 Itu Lebih Baik Jika Dibandingkan Dengan Yang Kurang Dari 1 : 1,6 Secara Proporsional
2. Postur & Bentuk
1.Terbaik Adalah Bentuk Kotak & Simetris
2.Bentuk Daun Simetris
3.Bentuk Body Yang Kotak Dan Daun Tidak Simetris Antara Punggung Dan Perut Tetapi Ujung Body Masih Simetris Antara Atas Dan Bawah
4.Bentuk Segitiga Simetris
5.Bentuk Segitiga Tidak Simetris Antara Punggung Dan Perut Tetapi Ujung Body Masih Simetris Antara Atas Dan Bawah
6.Bentuk Body Yang Pada Bagian Ujungnya Tidak Simetris Antara Atas Dan Bawah
3. Pangkal Ekor
-Terbaik Adalah :
a.Lurus Sejajar Dengan Badan
b.Sisi Kiri & Kanan Memiliki Ketebalan Yang Sama
c.Tidak Naik / Turun
d.Lebar
e.Proporsional Dengan Body
MARKING
1. Fullness
-Dihitung Mulai Dari Pangkal Ekor Hingga Belakang Tutup Insang
2. Kontras Warna
-Warna Marking Hitam Pekat Dikelilingi Garis Metalik
3. Kerapihan & Keseimbangan
-Terbaik : Memiliki Jumlah, Bentuk Dan Jarak Yang Sama Dan Seimbang Baik dari Sisi Kiri Maupun Kanan
4. Bentuk
-Terbaik :
1.Marking Flower Penuh & Double ( Double Marking Terpisah Dari Marking Dasar, Rapih & Seimbang )
2.Marking Flower Penuh Dengan Bentuk Sama, Rapih & Seimbang
3.Marking Flower Melengkung ( Harus Simetris ) Rapih & Seimbang
4.Marking Flower ¾ Rapih & Seimbang
5.Marking Flower ¾ + Grafik / Spidol Rapih & Seimbang
6.Marking Flower ½ + ½ Grafik / Spidol Rapih & Seimbang
7.Marking Flower Yang Menyambung Rapih & Seimbang
8.Marking Grafik Atau Marking Spidol Penuh Rapih & Seimbang
9.Marking Flower ½ Rapih & Seimbang
10.Marking Grafik Atau Marking Spidol ¾ Rapih & Seimbang
11.Marking Grafik Atau Marking Spidol ½ Rapih & Seimbang
12.Marking Double Menyambung
PEARL
1. Shinning :
1.Shinning Berwarna Emas
2.Shinning Berwarna Perak / Silver
3.Shinning Berwarna Biru / Hijau
4.Shinning Berwarna Putih
2. Fullness
-Penilaian dari Ujung Mulut Sampai Pangkal Ekor
3. Bentuk :
1.Bentuk Titik Pasir Penuh
2.Bentuk Cacing Penuh
3.Bentuk Kombinasi
4.Bentuk Segitiga
5.Bentuk Jagung
6.Bentuk Metalik / Blocking
7.Bentuk Hologram
4. Kerapihan Dan Keindahan
-Jarak Dan Ukuran ± Sama
COLOUR
1. Kecerahan Warna
-Warna Merah,Orange, Kuning, Memiliki Nilai Yang Sama Apabila Mempunyai Kecerahan Yang Sama
2. Komposisi Warna
1.Terbaik Adalah Memiliki Lebih Dari 2 Kombinasi Warna Gradasi
2.Gradasi 2 Warna :
i.Mempunyai Perbandingan Gradasi Warna ± 50 : 50
ii.Mempunyai Perbandingan Gradasi Warna ± 25 : 75
iii.Mempunyai i Perbandingan Gradasi Warna ± 75 : 25
Angka Perbandingan Mulai Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
3.Satu Warna Solid
4.Kombinasi 2 Warna Terputus :
i.Mempunyai Perbandingan Kombinasi Warna ± 50 : 50
ii.Mempunyai Perbandingan Kombinasi Warna ± 75 : 25
iii.Mempunyai i Perbandingan Kombinasi Warna ± 25 : 75
Angka Perbandingan Mulai Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
5.Satu Warna Terputus
3. Fullness
-Total Warna Dari Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
FINNAGE
1. Ekor ( Bentuk, Kerapihan & Bukaan )
-Terbaik Adalah Bukaan & Kekakuan Ekor Seperti Kipas Cina
-Bentuk Ekor Tidak Lonjong Seperti Komet
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point
2. Sirip Punggung ( Dorsal Fin ) & Sirip Bawah ( Anal Fin )
-Terbaik Adalah Mengunci / Menutup Rapat Dengan Ekor
-Ujung Sirip Tidak Panjang Melebihi Ekor
-Ujung Sirip Tidak Melintir
-Sirip Dorsal & Anal Harus Seimbang
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point
3. Sirip Dayung & Sirip Dada ( Pelvic Fin )
-Tulang Rawan Sirip Dayung & Pelvic Harus Lurus
-Sirip Dayung Harus Lurus Ditengah Badan dan Tidak Mengarah Keatas Maupun Kebawah
-Sirip Dada Sama Panjang & Lebar
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point
4. Motif
-Apabila Ada Motif Pada Fin & Tail Akan Ada Nilai Lebih / Nilai Tambah
ATURAN TAMBAHAN :
Klasik:
1.Mutiara Shinning Tidak Melebihi 25%
2.Pembungkus Marking Dan Metalik Dalam Marking Tidak Dihitung Muriara
3.Pembungkus Marking Dianggap Mutiara Apabila Warna Hitam Atau Abu-Abu Marking Telah Hilang
4.Bentuk Hologram Tidak Dipermasalahkan
5.Ikan Yang Memiliki Persyaratan Diatas Baik Cencu Maupun Ching Hwa Bisa Masuk Kelas Klasik
Free Marking :
-Yang Menjadi Tolak Ukur Adalah Garis Marking Tengah :
1.Maksimal 3 Bentuk Marking Flower ( Walau Hanya Satu Sisi Badan )
2.Bentuk Spidol Atau Grafik Jelas Harus Dibawah Setengah Badan (Walau Hanya Satu Sisi Badan)
3.Titik-Titik Hitam Tidak Beraturan Atau Tidak Membentuk Marking Walaupun Penuh Bisa Masuk Kategori Free Marking
4.Titik-Titik Hitam Tidak Beraturan Atau Tidak Membentuk Marking Ditambah Lebih Dari Satu / Minimal Dua Bentuk Marking Sehingga Mencapai Setengah Badan Atau Lebih Tidak Bisa Masuk Kategori Free Marking
5.Marking Samar Yang Tidak Memiliki Persyaratan Diatas Tidak Bisa Masuk Kelas Free Marking
6.Marking Di Kepala Dan Pangkal Ekor Tidak Dihitung Sebagai Marking
PERATURAN – PERATURAN
FATAL = IKAN TIDAK BISA MASUK NOMINASI
Apabila :
-Mulut Yang Terbuka Lebar Dan Bibirnya Tidak Dapat Bergerak Sama Sekali
-Tutup Insang Yang Terbuka Besar ( Sampai Terlihat Warna Merah Pada Bagian Dalam Insang Apabila Dilihat Dari Samping)
-Hilangnya Bagian Bibir Yang Terlihat Jelas
-Sirip Ekor Hilang 50%
-Sirip Punggung / Sirip Bawah Hilang 25%
-Sirip Dada / Sirip Dayung Yang Salah Satu Sisinya Hilang 50%
-Mata Yang Salah Satu Sisinya Lebih Kecil 50% Bila Dibandingkan Sisi Lainnya
-Organ Yang Menyimpang 50% Dari Fungsinya
-Ikan Yang Berwarna Hitam Akibat Stress Atau Akibat “FAKTOR LAIN” Sehingga Sangat Mempengaruhi Warna, Marking, Mutiara, Muka, Kepala & Fin Tail.
-Ikan Yang Sakit Atau Stress Sehingga Sangat Mempengaruhi Kondisi Dan Penampilan Ikan Tersebut.
Hal-Hal Yang Dapat Mengurangi Point :
-Sirip Dan Ekor Yang Disalon Akan Mengurangi Point
-Tulang Rawan Sirip Ikan Yang Ada Bekas Pertumbuhan Tidak Normal
-Abses
-Sirip Dan Ekor Yang Transparan (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Masih Mempunyai Flek Hitam (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Terlihat Tanda-Tanda Tahap Awal Proses Mutasi
-Ikan Berwarna Hitam Akibat Stress Atau Akibat “FAKTOR LAIN” Walaupun Hanya Sedikit Mempengaruhi Warna, Marking, Mutiara, Muka, Kepala & Fin Tail
-Ikan Yang Mempunyai Ketidaksempurnaan Secara Fisik Dan Mempunyai Penyimpangan Organ, Tetapi Tidak FATAL
-Ikan Sakit Tetapi Tidak Terlalu Mempengaruhi Kondisi Dan Aktifitas
Ikan Yang Tidak Bisa JUARA I Apabila:
-Sirip Yang Disalon, Dan Masih Terlihat Bekas Potongannya
-Ikan Diam / Tidak Bergerak
-Ikan Tidak Ngeform / Tidak Kondisi
-Ikan Sakit (Perut Bengkak/Kembung, Hole In Head Yang Cukup Besar, Jamur Dan White Spot Yang Cukup Banyak, Dan Kutil/Bisul Yang Besar Lebih dari 1)
-Ikan Yang Masih Mempunyai Flek Hitam, Maupun Transparan Pada Bagian Sirip Walaupun Hanya Sedikit (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Masih Memiliki Bercak Hitam Pada Bagian Tubuh Walaupun Hanya Sedikit
-Ikan Yang Tidak Memiliki Kelengkapan dari Salah Satu Kriteria Pada Kelasnya (Kecuali Kemalau)
-Kepala Atau Badan Yang Mempunyai Luka Cukup Besar
-Sirip Yang Sobeknya Besar Dan Lebar
-Ikan Yang Mulutnya Selalu Terbuka Lebar
-Apabila Semua Ikan Nominasi Kondisinya Seperti Yang Tercantum Diatas, Maka Akan Dipilih Juara Dilihat dari Yang Terbaik
Grand Champion Diutamakan Untuk Ikan Size A atau Ikan Yang Berukuran Besar
Young Champion Untuk Ikan Dibawah Size A
OVERALL IMPRESION
1. First Impresion
-Menarik Perhatian Pada Pandangan Pertama ( Enak Dilihat dan Proporsional) Dikarenakan Memiliki Susunan Morfologis Yang Lengkap.
-Memiliki Keistimewaan Atau Kelebihan Ikan Pada Umumnya.
-Kelemahan Yang Tidak Fatal Ada Pada Bagian Ikan, Akan Mengurangi point.
2. Mental & Keaktifan Ikan
-Ikan Tidak Takut Didekati
-Ikan Tidak Terlalu Over Agresif ( Akan Sulit Untuk Dilihat Keindahan Ikan tersebut )
-Mau Diajak Bermain / Atraktif Sendiri ( Menguasai Teritorialnya )
-Mempunyai Gaya Renang Yang Menawan.
3. Kesehatan ( Mengurangi Point )
-Kutil, Bisul, Luka Kecil, Fin Tail Sobek & Geripis, Hole In The Head, White Spot, Velvet, White Shit, Fungus, Cloudy Eyes, Pop Eyes.
HEAD
1. Bentuk / Shape Jenong ( Simetris )
-Bentuk Terbaik : Menyerupai Bulatan Bola / Coin Dilihat dari Depan & Samping
-Bentuk Baik : Swan Head, Menonjol Kedepan & Melebar Kesamping
-Bentuk Kurang Baik : Tidak Simetris ( Kecil, Kurang Melebar Kesamping, Kurang Menonjol Kedepan & Tidak Menonjol Keatas )
2. Proporsional Jenong
Terbaik : Jenong Yang Sama Rata Dengan Mulut & Seimbang Dengan Badan ( Ukuran Jenong Yang Terlalu Besar Sering Mengakibatkan Gaya Renang Terganggu, Sehingga Ikan Berenang dengan Beban Didepan & Bagian Belakang Badan Terangkat Keatas)
FACE
1. Muka
-Tidak Berkerut / Tidak Banyak Lipatan, Tidak berair Mata ( Marking Di bawah Mata )
-Tidak Kotor & Marking Yang Masuk Ke Muka Ikan Dianggap Kotor
-Daging Pipi Tidak Terlalu Tembem, Kecuali Kemalau
-Daging Pipi Harus Seimbang
2. Tutup Insang
-Tertutup Rapat
-Tidak Ada Cacat
-Tutup Insang Harus Bisa Buka Tutup Secara Normal.
3. Mata
-Bersih, Tidak Ada Flek / Bercak Warna Diluar Warna Mata Ikan Itu Sendiri
-Bentuk Mata Bulat Kiri Dan Kanan Harus Seimbang Serta Pupil Harus Hitam & Bulat
-Mata Sejajar Dengan Permukaan Muka, Tidak Terlalu Menonjol & Tidak Terlalu Tertutup Oleh Daging pipi
4. Mulut / Bibir
-Tipis, Rata Atas dengan Bawah ( Untuk Cencu Tidak Terlalu Dipermasalahkan Apabila Bibir Tebal & Tidak Rata )
-Mulut Tidak Panjang / Monyong
-Mulut Tidak Miring
-Mulut Tidak Jatuh
-Mulut Harus Bisa Buka Tutup Secara Normal.
BODY SHAPE
1. Proporsional Panjang & Lebar ( Skala )
-Terbaik Dengan Perbandingan 1 : 1,6 dari Ujung Mulut Sampai Ujung Pangkal Ekor
-Perbandingan Lebih Dari 1 : 1,6 Itu Lebih Baik Jika Dibandingkan Dengan Yang Kurang Dari 1 : 1,6 Secara Proporsional
2. Postur & Bentuk
1.Terbaik Adalah Bentuk Kotak & Simetris
2.Bentuk Daun Simetris
3.Bentuk Body Yang Kotak Dan Daun Tidak Simetris Antara Punggung Dan Perut Tetapi Ujung Body Masih Simetris Antara Atas Dan Bawah
4.Bentuk Segitiga Simetris
5.Bentuk Segitiga Tidak Simetris Antara Punggung Dan Perut Tetapi Ujung Body Masih Simetris Antara Atas Dan Bawah
6.Bentuk Body Yang Pada Bagian Ujungnya Tidak Simetris Antara Atas Dan Bawah
3. Pangkal Ekor
-Terbaik Adalah :
a.Lurus Sejajar Dengan Badan
b.Sisi Kiri & Kanan Memiliki Ketebalan Yang Sama
c.Tidak Naik / Turun
d.Lebar
e.Proporsional Dengan Body
MARKING
1. Fullness
-Dihitung Mulai Dari Pangkal Ekor Hingga Belakang Tutup Insang
2. Kontras Warna
-Warna Marking Hitam Pekat Dikelilingi Garis Metalik
3. Kerapihan & Keseimbangan
-Terbaik : Memiliki Jumlah, Bentuk Dan Jarak Yang Sama Dan Seimbang Baik dari Sisi Kiri Maupun Kanan
4. Bentuk
-Terbaik :
1.Marking Flower Penuh & Double ( Double Marking Terpisah Dari Marking Dasar, Rapih & Seimbang )
2.Marking Flower Penuh Dengan Bentuk Sama, Rapih & Seimbang
3.Marking Flower Melengkung ( Harus Simetris ) Rapih & Seimbang
4.Marking Flower ¾ Rapih & Seimbang
5.Marking Flower ¾ + Grafik / Spidol Rapih & Seimbang
6.Marking Flower ½ + ½ Grafik / Spidol Rapih & Seimbang
7.Marking Flower Yang Menyambung Rapih & Seimbang
8.Marking Grafik Atau Marking Spidol Penuh Rapih & Seimbang
9.Marking Flower ½ Rapih & Seimbang
10.Marking Grafik Atau Marking Spidol ¾ Rapih & Seimbang
11.Marking Grafik Atau Marking Spidol ½ Rapih & Seimbang
12.Marking Double Menyambung
PEARL
1. Shinning :
1.Shinning Berwarna Emas
2.Shinning Berwarna Perak / Silver
3.Shinning Berwarna Biru / Hijau
4.Shinning Berwarna Putih
2. Fullness
-Penilaian dari Ujung Mulut Sampai Pangkal Ekor
3. Bentuk :
1.Bentuk Titik Pasir Penuh
2.Bentuk Cacing Penuh
3.Bentuk Kombinasi
4.Bentuk Segitiga
5.Bentuk Jagung
6.Bentuk Metalik / Blocking
7.Bentuk Hologram
4. Kerapihan Dan Keindahan
-Jarak Dan Ukuran ± Sama
COLOUR
1. Kecerahan Warna
-Warna Merah,Orange, Kuning, Memiliki Nilai Yang Sama Apabila Mempunyai Kecerahan Yang Sama
2. Komposisi Warna
1.Terbaik Adalah Memiliki Lebih Dari 2 Kombinasi Warna Gradasi
2.Gradasi 2 Warna :
i.Mempunyai Perbandingan Gradasi Warna ± 50 : 50
ii.Mempunyai Perbandingan Gradasi Warna ± 25 : 75
iii.Mempunyai i Perbandingan Gradasi Warna ± 75 : 25
Angka Perbandingan Mulai Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
3.Satu Warna Solid
4.Kombinasi 2 Warna Terputus :
i.Mempunyai Perbandingan Kombinasi Warna ± 50 : 50
ii.Mempunyai Perbandingan Kombinasi Warna ± 75 : 25
iii.Mempunyai i Perbandingan Kombinasi Warna ± 25 : 75
Angka Perbandingan Mulai Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
5.Satu Warna Terputus
3. Fullness
-Total Warna Dari Ujung Mulut Hingga Pangkal Ekor
FINNAGE
1. Ekor ( Bentuk, Kerapihan & Bukaan )
-Terbaik Adalah Bukaan & Kekakuan Ekor Seperti Kipas Cina
-Bentuk Ekor Tidak Lonjong Seperti Komet
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point
2. Sirip Punggung ( Dorsal Fin ) & Sirip Bawah ( Anal Fin )
-Terbaik Adalah Mengunci / Menutup Rapat Dengan Ekor
-Ujung Sirip Tidak Panjang Melebihi Ekor
-Ujung Sirip Tidak Melintir
-Sirip Dorsal & Anal Harus Seimbang
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point
3. Sirip Dayung & Sirip Dada ( Pelvic Fin )
-Tulang Rawan Sirip Dayung & Pelvic Harus Lurus
-Sirip Dayung Harus Lurus Ditengah Badan dan Tidak Mengarah Keatas Maupun Kebawah
-Sirip Dada Sama Panjang & Lebar
-Apabila Sirip Ada Penyakit, Hitam, Transparan, Sobek, Geripis, Melipat Akan Mengurangi Point
4. Motif
-Apabila Ada Motif Pada Fin & Tail Akan Ada Nilai Lebih / Nilai Tambah
ATURAN TAMBAHAN :
Klasik:
1.Mutiara Shinning Tidak Melebihi 25%
2.Pembungkus Marking Dan Metalik Dalam Marking Tidak Dihitung Muriara
3.Pembungkus Marking Dianggap Mutiara Apabila Warna Hitam Atau Abu-Abu Marking Telah Hilang
4.Bentuk Hologram Tidak Dipermasalahkan
5.Ikan Yang Memiliki Persyaratan Diatas Baik Cencu Maupun Ching Hwa Bisa Masuk Kelas Klasik
Free Marking :
-Yang Menjadi Tolak Ukur Adalah Garis Marking Tengah :
1.Maksimal 3 Bentuk Marking Flower ( Walau Hanya Satu Sisi Badan )
2.Bentuk Spidol Atau Grafik Jelas Harus Dibawah Setengah Badan (Walau Hanya Satu Sisi Badan)
3.Titik-Titik Hitam Tidak Beraturan Atau Tidak Membentuk Marking Walaupun Penuh Bisa Masuk Kategori Free Marking
4.Titik-Titik Hitam Tidak Beraturan Atau Tidak Membentuk Marking Ditambah Lebih Dari Satu / Minimal Dua Bentuk Marking Sehingga Mencapai Setengah Badan Atau Lebih Tidak Bisa Masuk Kategori Free Marking
5.Marking Samar Yang Tidak Memiliki Persyaratan Diatas Tidak Bisa Masuk Kelas Free Marking
6.Marking Di Kepala Dan Pangkal Ekor Tidak Dihitung Sebagai Marking
PERATURAN – PERATURAN
FATAL = IKAN TIDAK BISA MASUK NOMINASI
Apabila :
-Mulut Yang Terbuka Lebar Dan Bibirnya Tidak Dapat Bergerak Sama Sekali
-Tutup Insang Yang Terbuka Besar ( Sampai Terlihat Warna Merah Pada Bagian Dalam Insang Apabila Dilihat Dari Samping)
-Hilangnya Bagian Bibir Yang Terlihat Jelas
-Sirip Ekor Hilang 50%
-Sirip Punggung / Sirip Bawah Hilang 25%
-Sirip Dada / Sirip Dayung Yang Salah Satu Sisinya Hilang 50%
-Mata Yang Salah Satu Sisinya Lebih Kecil 50% Bila Dibandingkan Sisi Lainnya
-Organ Yang Menyimpang 50% Dari Fungsinya
-Ikan Yang Berwarna Hitam Akibat Stress Atau Akibat “FAKTOR LAIN” Sehingga Sangat Mempengaruhi Warna, Marking, Mutiara, Muka, Kepala & Fin Tail.
-Ikan Yang Sakit Atau Stress Sehingga Sangat Mempengaruhi Kondisi Dan Penampilan Ikan Tersebut.
Hal-Hal Yang Dapat Mengurangi Point :
-Sirip Dan Ekor Yang Disalon Akan Mengurangi Point
-Tulang Rawan Sirip Ikan Yang Ada Bekas Pertumbuhan Tidak Normal
-Abses
-Sirip Dan Ekor Yang Transparan (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Masih Mempunyai Flek Hitam (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Terlihat Tanda-Tanda Tahap Awal Proses Mutasi
-Ikan Berwarna Hitam Akibat Stress Atau Akibat “FAKTOR LAIN” Walaupun Hanya Sedikit Mempengaruhi Warna, Marking, Mutiara, Muka, Kepala & Fin Tail
-Ikan Yang Mempunyai Ketidaksempurnaan Secara Fisik Dan Mempunyai Penyimpangan Organ, Tetapi Tidak FATAL
-Ikan Sakit Tetapi Tidak Terlalu Mempengaruhi Kondisi Dan Aktifitas
Ikan Yang Tidak Bisa JUARA I Apabila:
-Sirip Yang Disalon, Dan Masih Terlihat Bekas Potongannya
-Ikan Diam / Tidak Bergerak
-Ikan Tidak Ngeform / Tidak Kondisi
-Ikan Sakit (Perut Bengkak/Kembung, Hole In Head Yang Cukup Besar, Jamur Dan White Spot Yang Cukup Banyak, Dan Kutil/Bisul Yang Besar Lebih dari 1)
-Ikan Yang Masih Mempunyai Flek Hitam, Maupun Transparan Pada Bagian Sirip Walaupun Hanya Sedikit (Khusus Golden Base)
-Ikan Yang Masih Memiliki Bercak Hitam Pada Bagian Tubuh Walaupun Hanya Sedikit
-Ikan Yang Tidak Memiliki Kelengkapan dari Salah Satu Kriteria Pada Kelasnya (Kecuali Kemalau)
-Kepala Atau Badan Yang Mempunyai Luka Cukup Besar
-Sirip Yang Sobeknya Besar Dan Lebar
-Ikan Yang Mulutnya Selalu Terbuka Lebar
-Apabila Semua Ikan Nominasi Kondisinya Seperti Yang Tercantum Diatas, Maka Akan Dipilih Juara Dilihat dari Yang Terbaik
Grand Champion Diutamakan Untuk Ikan Size A atau Ikan Yang Berukuran Besar
Young Champion Untuk Ikan Dibawah Size A









